Tampilkan postingan dengan label Suku Maya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suku Maya. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Desember 2012

Ramalan Meleset, Akhirnya Suku Maya Buat Kalender Baru

AnehCuy - Saat ini kalian sedang membaca artikel Ramalan Meleset, Akhirnya Suku Maya Buat Kalender Baru . Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru,Foto Penampakan Hantu, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia Tentang Alien,UFO Dan Alam Semesta, Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel Ramalan Meleset, Akhirnya Suku Maya Buat Kalender Baru


Ribuan pengikut peradaban Maya di ibukota Guatemala, Jumat, menghadiri ritual khusus untuk merayakan awal dari kalender baru mereka. Yang mana kalender mereka tersebut meramal hari akhir akan terjadi 21 bulan desember ini akan tetapi dunia sampai saat ini masih berputar dengan porosnya.

Di “ibukota Guatemala”, di mana terdapat piramida Maya, ribuan orang berkumpul untuk menghadiri ritual ini setelah tanggal 21 Desember yang memicu kontroversi di seluruh dunia, seperti rumor yang beredar bahwa akhir dunia akan berada di hari jumat kemarin karena bumi tabrakan dengan planet besar.

Meskipun National Aeronautics and Space Administration “NASA” membantah laporan-laporan dari bangsa Maya tadi , akan tetapi banyak orang di seluruh dunia berpegang teguh dengan ramalan Maya tadi bahwa dunia akan benar-benar berakhir pada Jumat kemarin, sebagaimana yang tertera dalam era ke-13 dalam kalender Maya, yang berlangsung sejak 5125 tahun.

Sebaliknya, orang lain menanggapi kabar “hari terakhir” ini dengan santai, terutama orang-orang di Australia, negara pertama tempat matahari terbit pada 21 Desember.

Sabtu, 22 Desember 2012

Prediksi Kiamat Meleset, Ini penjelasan Suku Maya

AnehCuy - Saat ini kalian sedang membaca artikel Prediksi Kiamat Meleset, Ini penjelasan Suku Maya . Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru,Foto Penampakan Hantu, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia Tentang Alien,UFO Dan Alam Semesta, Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel Prediksi Kiamat Meleset, Ini penjelasan Suku Maya


Pemuka Suku Maya yang mempercayai datangnya kiamat, Esteban Santos berujar penduduk bumi sangat beruntung. Sebab, penduduk bumi yang hidup saat ini bisa melihat akhir dari sebuah era.

Baginya 21 Desember 2012, adalah era bumi yang lama. Memasuki 22 Desember, bumi dipandangnya telah memasuki fase baru. "Kita semua beruntung karena bisa merasakan dua era yang berbeda," ujarnya kepada CNN.

Dia menolak bila dikatakan prediksi suku Maya keliru. Baginya, berakhirnya sebuah era bukan berarti dunia akan hancur. Berakhirnya sebuah era bisa menandakan pembaruan terhadap zaman.

Namun Santos memprediksi kiamat akan tetap terjadi yang akan menutup segala rangkaian era manusia. "Mungkin bukan dalam waktu dekat ini,"

Prediksi suku Maya tentang berakhirnya dunia tidak terbukti. Hingga 22 Desember 2012, tidak terjadi suatu hal berarti di belahan bumi.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/12/22/mferfj-prediksi-kiamat-meleset-ini-penjelasan-suku-maya

Rabu, 28 November 2012

Temuan Kalender Maya Ungkap Rahasia Kiamat 2012!

AnehCuy - Saat ini kalian sedang membaca artikel Temuan Kalender Maya Ungkap Rahasia Kiamat 2012! . Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru,Foto Penampakan Hantu, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia Tentang Alien,UFO Dan Alam Semesta, Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel Temuan Kalender Maya Ungkap Rahasia Kiamat 2012!

Temuan Kalender Maya Ungkap Rahasia Kiamat 2012!

Arkeolog berhasil menemukan kalender suku Maya di sebuah kota tua zaman Maya yang telah runtuh, berlokasi di hutan hujan tropis Guatemala.

Kalender yang tertulis dalam huruf paku tersebut ditemukan bersama mural raja dan pembantunya. Sepertinya, kalender yang ditemukan telah menjadi rujukan bagi para astronom dan matematikawan sekitar tahun 800 Masehi.

Yang paling menarik, kalender ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa dunia akan kiamat pada akhir tahun 2012.

Kalender suku Maya. kalender ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa dunia akan kiamat pada akhir tahun 2012. (courtesy: David Stuart)

“Kalender Maya akan terus berjalan hingga miliaran, triliunan, dan oktilion tahun di masa depan,” kata David Stuart dari University of Texas yang ikut dalam penelitian ini.

Kalender tersebut ditemukan pada ruang berukuran sekitar 2 x 2 meter, pada tembok bagian timur ruangan.

Kalender yang ditemukan menunjukkan beberapa macam siklus kalender, seperti kalender perayaan 260 hari, kalender Matahari 365 hari, kalender siklus planet Venus 584 hari, dan kalender siklus Mars 780 hari.

Sementara itu, pada tembok bagian utara ruangan terdapat kalender Maya dan perhitungan tentang Bulan, Matahari, dan mungkin Venus dan Mars. Di sana, terdapat petunjuk bahwa waktu masih akan berlangsung hingga 7.000-an tahun di masa depan.

“Mengapa mereka sampai pada tahun angka tersebut jika memang dunia akan berakhir pada tahun ini,” kata Anthony Aveni dari Colgate University di New York, pakar astronomi suku Maya, seperti dikutip Daily Mail, Kamis (10/5/2012).

Sebelumnya, dalam kalender Maya dikenal periode 400 tahun yang disebut baktun. Pada 21 Desember 2012 diperkirakan 13 baktun telah terlalui. Dan, inilah yang menjadi penyebab beredarnya rumor kiamat pada hari itu.

Namun, menurut Stuart, setelah 13 baktun, yang terjadi hanyalah menuju ke siklus yang baru. Penemuan kalender Maya kali ini memberikan dukungan akan hal tersebut.

“Ada lebih banyak lagi yang ada di kalender Maya ini daripada hanya 13 baktun,” kata Stuart, seperti dikutip Space, Kamis lalu.

Ada 24 unit waktu yang bisa terkait dengan kalender ini. Sementara itu, hanya lima yang ditemukan, dan itu pun sangat panjang waktunya. Tercatat pula bahwa kalender Maya ini mencapai 17 baktun.

Penemuan ini dipublikasikan di jurnal Science, Jumat (11/5/2012).

Kompleks tempat kalender dan mural ditemukan disebut Xultun. Meski ditemukan sejak 1915, baru 0,1 persen dari kompleks ini yang tereksplorasi.

Temuan kalender dan mural kali ini tergolong penemuan besar. Ini menunjukkan keahlian bangsa Maya dalam matematika dan astronomi. Sekaligus, menggambarkan aktivitas raja dan para ahli di masa Maya. (Space, Daily Mail, Kompas, icc.wp.com)

Minggu, 11 November 2012

Hancurnya Kebudayaan Suku Maya Inilah Sebabnya !!

AnehCuy - Saat ini kalian sedang membaca artikel Hancurnya Kebudayaan Suku Maya Inilah Sebabnya !! . Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru,Foto Penampakan Hantu, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia Tentang Alien,UFO Dan Alam Semesta, Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel Hancurnya Kebudayaan Suku Maya Inilah Sebabnya !!

WASHINGTON (Reuters) - Jika Anda ingin melihat dampak perubahan iklim terhadap masyarakat modern, sebuah penelitian menemukan contohnya pada peradaban Maya kuno, yang hancur karena kelaparan, perang, dan jatuh saat pola cuaca hujan berkepanjangan berubah menjadi kekeringan.

Sebuah tim peneliti internasional mengumpulkan catatan iklim yang mendetail selama 2000 tahun tentang pola cuaca basah dan kering dari kawasan yang kini diketahui sebagai negara Belize, dulunya kota-kota Maya berkembang di situ dari tahun 300 sampai 1000.



Dengan menggunakan data yang terkunci di stalagmit -- deposit mineral yang tertinggal dari tetesan air di gua-gua -- dan data arkeologi yang dibuat oleh orang-orang Maya, tim ini kemudian melaporkan temuannya di jurnal Science, Kamis.

Tak seperti tren pemanasan global yang dipicu oleh aktivitas manusia, termasuk emisi gas rumah kaca, perubahan iklim di Amerika Tengah saat hancurnya peradaban Maya terjadi karena pola cuaca yang berubah-ubah dengan dahsyat secara alami.

Pola cuaca yang berubah-ubah ini membawa kelembaban tinggi, yang mendorong pertumbuhan peradaban Maya, dan periode kering yang membawa kemarau panjang serta kekeringan selama berabad-abad, kata penulis utama laporan tersebut, Douglas Kennett, antropolog di Penn State University.



Pada periode basah, pertanian berkembang besar, populasi pun bertambah di pusat-pusat kebudayaan Maya, kata Kennett lewat wawancara telepon. Pada masa ini juga terjadi penguatan peran raja di pusat-pusat peradaban, mereka mengklaim bisa mendatangkan hujan yang kemudian membawa kesejahteraan. Mereka pun melakukan upacara korban persembahan agar cuaca tetap mendukung pertanian.

Analogi dengan peradaban modern
Saat musim hujan beralih ke kemarau pada tahun 660, kata Kennett, kekuasaan dan pengaruh para raja itu runtuh, dan berdampak pada perang yang semakin sering terjadi karena perebutan sumber daya alam makin terbatas.



"Anda bisa membayangkan orang-orang Maya terjebak," kata dia. "Idenya adalah para raja ini memastikan hujan tetap datang, mereka menjaga semuanya teratur, dan semuanya baik-baik saja jika Anda di periode musim hujan..tapi saat keadaan menjadi buruk, dan para raja ini membuat persembahan, tapi tak ada yang berubah, maka orang pun mulai bertanya-tanya kenapa para raja ini berkuasa."

Kejatuhan politik raja-raja Maya terjadi pada tahun 900, saat kemarau berkepanjangan mulai memberontak terhadap kekuasaan mereka. Namun populasi Maya bertahan selama seabad kemudian, saat kekeringan dahsyat bertahan dari tahun 1000 sampai 1100 dan memaksa orang-orang Maya meninggalkan pusat-pusat populasi terbesar mereka.

Bahkan di puncak peradaban Maya, manusia memiliki efek terhadap lingkungannya, kata Kennett, terutama dengan pertanian yang menyebabkan terjadinya erosi. Pada musim kemarau panjang, orang-orang Maya pun melakukan intensifikasi pertanian.

Saat iklim di kawasan tersebut berubah menjadi kering dalam sebuah pola panjang yang disebut zona konversi intertropikal, maka itu memperparah dampak kerusakan lingkungan akibat manusia, kata Kennett.

"Ada analogi di sini yang bisa kita tarik ke konteks modern dan harus kita khawatirkan" di Afrika dan Eropa, kata dia.

Jika ada perubahan iklim yang mengabaikan sistem pertanian di sebuah daerah, maka bisa terjadi kelaparan, ketidakstabilan sosial, dan peperangan yang kemudian melibatkan populasi lain, kata dia -- sama halnya yang terjadi di peradaban Maya.

Inilah Penjelasan Para Ahli Tentang Ramalan Kiamat 2012 Suku Maya

AnehCuy - Saat ini kalian sedang membaca artikel Inilah Penjelasan Para Ahli Tentang Ramalan Kiamat 2012 Suku Maya  . Dsini Admin juga akan berbagi artikel lain seperti tentang Foto Foto Artis Terbaru,Foto Penampakan Hantu, Berita Dalam Negeri Dan Luar Negeri Terbaru Hari Ini, Gosip Artis Terbaru Hari Ini, Kisah-Kisah Religi, Sejarah , Misteri-Misteri Yang Ada Di Dunia,Kisah Berita Atau Artikel Tentang Unik Dan Aneh Yang Ada Di Dunia Tentang Alien,UFO Dan Alam Semesta, Berita Sepak Bola Hari Ini dll dan selamat membaca artikel Inilah Penjelasan Para Ahli Tentang Ramalan Kiamat 2012 Suku Maya


Ramalan Bangsa maya yang menjelaskan Dunia akan berakhir pada 21 Desember memang sudah menjadi ketakutan bagi kebanyakan warga Dunia. Meski sudah dibantah berkali-kali, masih ada saja saja warga Dunia yang sibuk mempersiapkan diri untuk menghadapi kiamat 2012.

Bahkan beberapa pengusaha memanfaatkan ketakutan warga dengan membuat dan menawarkan bunker kiamat sebagai tempat persembunyiaan saat penghancuran bumi berlangsung. Menurut ahli budaya Mesoamerika, Ramalan ini sebenarnya bukan perkataan langsung dari suku Maya. Hanya saja, menurut Kalender Maya yang menghitung panjang meliputi hampir 5.125 tahun yang dimulai pada 3114 SM, berakhir pada 21 Desember 2012 yang juga merupakan akhir dari Bak’tun 13 th.

Sebuah Bak’tun (b’ahktun) adalah salah satu dari 400 periode tahun dalam kalender Maya. Kalender Maya seluruhnya memiliki 13 dari periode ini. Saat kalender ditutup pada periode 13 th, akan ada Bak’tun selanjutnya yang mengulang perhitungan kalender bangsa maya.


Para Arkeolog, antropolog dan ahli lainnya bertemu hari Jumat 28 September 2012 lalu, di Meksiko selatan kota Merida untuk membahas implikasi dari kalender Hitungan Panjang Maya, yang terdiri dari 394 tahun periode yang disebut baktuns. Para ahli memperkirakan sistem mulai menghitung pada 3114 SM, dan akan melalui 13 baktuns, atau 5.125 tahun, yang jatuh pada 21 Desember mendatang, musim dingin solstice.

Para ahli mengatakan 13 adalah jumlah yang signifikan bagi bangsa Maya, dan akhir dari siklus tersebut dapat menjadi tonggak sejarah, tapi bukan berarti menjadi akhir dari kemanusiaan. “Suku Maya memang membuat ramalan, tetapi tidak dalam arti fatalistik, melainkan tentang peristiwa yang, dalam konsepsi siklus mereka tentang sejarah, bisa diulang di masa depan,” kata Alfredo Barrera, dari Institut Nasional Antropologi dan Sejarah.

“Ada banyak monumen Maya kuno yang membahas kejadian jauh ke depan dari sekarang,” tulis Geoffrey Braswell, seorang antropolog di University of California di San Diego. “Suku Maya kuno jelas percaya hal-hal yang akan terjadi jauh ke depan dari sekarang.” Tulisnya kemudian. Braswell membandingkan kalender Maya, dengan sistem siklus dalam siklus, dengan serangkaian roda disinkronkan terkandung dalam odometers mobil analog. “Sistem hitung panjang suku Maya seperti odometer mobil,” tulis Braswell. “Mobil pertama saya (odometer) hanya memiliki enam roda sehingga naik ke 99,999.9 mil. Hal itu tak berarti kalau mobil saya akan meledak setelah mencapai 100.000 mil. ” Jelasnya.

Menurut Para ahli, Bangsa Maya kuno, yang memiliki budaya menulis, astronomi, dan kuil yang kompleks berkembang dari tahun 300 hingga 900 Masehi, sangat tertarik dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan masa depan, bahkan jauh melampaui masa 21 Desember 2012. “Hal ini sebenarnya adalah budaya suku maya yang tidak ada hubungannya dengan Kiamat” kata Alexander Voss, seorang antropolog di University Of Quintana Roo.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls