Tampilkan postingan dengan label Teknologi terkini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi terkini. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Juli 2013

Terungkap, Misteri Otak Albert Einstein

Ilmuwan legendaris Albert Einstein telah lama dianggap sebagai salah satu orang yang sangat jenius yang pernah hidup. Ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana bisa Einstein begitu istimewa di dunia sains?

Teka teki tersebut menemukan titik terang saat para ilmuwan menemukan sebuah petunjuk dari dalam otak milik fisikawan itu. Menurut sebuah studi baru yang dipimpin antropolog evolusi, Dean Falk dari Florida State University (FSU), ditemukan bahwa bagian dari otak Einstein tidak seperti otak orang kebanyakan dan memiliki kemampuan kognitif yang luar biasa.
"Beberapa hal tampak normal," kata Falk kepada The Huffington Post. "Ukurannya normal, bentuk otak secara keseluruhan asimetris, dan itu normal. Apa yang tidak biasa adalah kompleksitas dan konvolusi (lipatan cembung di permukaan otak) di berbagai bagian otak," ujarnya. Menurut pernyataan tertulis yang dikeluarkan oleh Universitas, dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal "Brain" edisi 16 November 2012, terungkap deskripsi seluruh korteks serebral Einstein. Korteks serebral merupakan lapisan tipis berwarna abu-abu yang terdiri dari 15-33 miliar neuron.


Untuk melakukan hal ini, Falk dan rekan-rekannya meneliti 14 foto baru yang belum terungkap dari otak Einstein. Foto itu, kata Falk, sulit untuk didapatkan.

Dokumen Foto Otak Einstein

Catatan National Public Radio (NPR), sebuah organisasi media Amerika
Serikat, menyebutkan saat Einstein meninggal pada 1955 otaknya telah dikeluarkan oleh Thomas Harvey, seorang dokter di rumah sakit tempat Einstein meninggal. Sangat mungkin bahwa Harvey tidak pernah mendapat izin untuk mengeluarkan otak sang jenius itu.

Tetapi penulis Brian Burrell dalam "Postcards from the Brain Museum" mengatakan dokter tersebut mendapat persetujuan dari anak Einstein.

Harvey mengatakan bahwa ia bermaksud untuk mempelajari otak Einstein. Atau setidaknya, Harvey akan berupaya menemukan ilmuwan lain untuk melakukannya.

Berkat Harvey, para ilmuwan dapat mempelajari otak Einstein berdasarkan sejumlah foto dan slide spesimen yang telah disiapkan oleh Harvey. Otak tersebut, yang difoto dari berbagai sudut, juga telah dipotong menjadi 240 blok dan slide-nya telah dibuat secara histologis.

Sebagai catatan pernyataan FSU, sebagian besar foto, blok dan slide telah hilang dari publik selama lebih dari 55 tahun. Untungnya, sejumlah dari dokumen tersebut baru-baru ini telah ditemukan kembali dan beberapa dokumen saat ini dapat ditemukan di National Museum of Health and Medicine.

Dokumen tersebut tersisa sebanyak 14 berkas.

Meski demikian, Falk dan rekan-rekannya tetap mampu melihat lebih dekat, dan mencari tahu misteri yang tersimpan di otak Einstein.

Keistimewaan Otak Einstein

Apa yang mereka temukan adalah keajaiban. "Meskipun ukuran keseluruhan dan bentuk asimetris otak Einstein tergolong normal, tapi prefrontal somatosensori, motor utama, parietal, temporal dan korteks oksipital miliknya luar biasa," kata Falk.

"Ini mungkin telah memberikan dasar-dasar neurologis untuk beberapa kemampuan visuospatial (kemampuan seseorang untuk memahami konsep melalui representasi visual) dan matematika," tambahnya.

Falk menjelaskan, misalnya bagian dari lobus frontal Einstein yang "ekstra sulit". Lobus parietal milik pencetus teori relativitas ini dalam beberapa bagian "luar biasa asimetris". Sedangkan somatosensori utama dan korteks motorik (daerah yang biasanya mewakili wajah dan lidah) itu "sangat luas di belahan otak kiri."

Falk pun mengaku terpesona. Selain Falk, kekhasan tersebut juga mengundang pertanyaan bagi Albert Galaburda, seorang ilmuwan syaraf di Harvard Medical School di Boston.

"Di antaranya adalah apakah Einstein memiliki otak khusus yang cenderung menjadikannya seorang fisikawan besar, atau apakah aktivitas fisika yang besar menyebabkan bagian-bagian tertentu dari otaknya berkembang," kata Galaburda, dalam majalah Science. Kejeniusan Einstein, kata Galaburda, itu mungkin karena "beberapa kombinasi dari otak khusus dan pengaruh lingkungan yang Einstein tinggali."

Bukan Fenomena Baru

Namun yang menarik, penelitian otak Einstein bukanlah sebuah fenomena baru. Menurut BBC, pada 1999, para ilmuwan di Ontario McMaster University mampu membandingkan bentuk dan ukuran otak Einstein dengan sekitar 90 orang yang memiliki kecerdasan rata-rata.

Para peneliti, yang juga menggunakan beberapa foto Harvey, pada waktu itu menemukan setidaknya "satu area otaknya secara signifikan berbeda daripada kebanyakan orang.

"Bertahun-tahun kemudian, pada majalah Science terbitan 2009, Falk menuliskan analisa otak Einstein, dan mengklaim telah mengidentifikasi "sejumlah fitur yang tidak biasa, yang sebelumnya tidak dikenal."

Pintu sekarang terbuka bagi para ilmuwan lain untuk mempelajari lebih lanjut tentang otak fisikawan legendaris tersebut. Misalnya, Falk mengatakan, para ilmuwan bisa melihat "otak orang-orang jenius lain dan membandingkannya dengan Einstein."

"Ada sebuah revolusi terjadi di neuroscience saat ini dan ada teknologi yang bisa membuat gambar lebih bermakna," katanya. "Kami masih belajar dari Einstein, bertahun-tahun setelah kematiannya," ujar Falk.

Minggu, 05 Mei 2013

Google Glass, Antara Inovasi Teknologi, Pembajakan dan Mata-Mata


Kacamata pintar dari Google, Google Glass sejak awal kemunculannya telah menarik perhatian banyak pihak. Para penggila gadget, bahkan sudah tidak sabar untuk mendapatkan gadget pintar yang satu ini. Muncul pertama beberapa tahun lalu dalam bentuk prototipe, Google Glass sudah menimbulkan antusiasme di kalangan masyarakat pencinta gadget.


Google Glass bakal mengusung kapasitas media penyimpan 16GB, bluetooth dan kamera 5MP yang mampu merekam video dengan kualitas 720p. Google Glass didesain untuk bisa diatur untuk setiap model kepala dan wajah. Tidak ada perbedaan kualitas gambar yang ditawarkan. Untuk daya energi, Google Glass, dengan satu kali pengisian daya, Google Glass bisa dipakai sepanjang hari. Menurut halaman tersebut, merekam video menjadi salah satu fitur yang membutuhkan banyak energi.


Untuk Audio, Google Glass mengusung fitur Bone Conduction Transducer, untuk mentransfer data suara ke otak. Sementara itu fitur MyGlass, yang merupakan aplikasi pendamping untuk mensinkronisasi Google Glass dengan tablet dan smartphone ber-OS Android 4.0 dan keatas. Untuk harga dikabarkan sekitar Rp 14 juta dollar.

Dengan memiliki Google Glass, para pemiliknya bisa merekam siapa saja, apapun, dimanapun , kapanpun dengan kualitas gambar tinggi tanpa diketahui dan bisa langsung mengunggah dan membagikannya ke dunia maya. Yang lebih menarik lagi, proses Google Glass merekam video dan memotret sama sekali tidak mengeluarkan suara atau tanda. Para pemakainya bisa melakukannya secara diam-diam tanpa diketahui siapapun.

Namun belum juga resmi dirilis, Google Vers Explorer baru dirilis untuk kalangan pengembang aplikasi, perangkat satu ini sudah menuai kontroversi di beberapa tempat. The Point 5 Café, salah satu restoran terkenal di Seattle AS, melarang para siapapun yang memakai Google Glass masuk restoran tersebut.

Kebijakan privasi The Point 5 Café yang ketat tidak mengijinkan alat rekam model apapun masuk restoran tersebut.

“Budaya kami harus Anda pahami. Tempat kami kerap dikunjungi orang biasa dan sosok terkenal. Mereka kemari terkadang tak ingin diketahui. Tak diizinkan mengabadikan diam-diam atau bahkan mengunggahnya ke internet,” ujar Dave Meinert pemilik restoran itu.

Hal yang sama juga sepertinya bakal terjadi di kota-kota besar di Amerika Serikat dan dunia, yang memiliki klub penari telanjang, bioskop, serta kasino seperti halnya Las Vegas. Para pemilik klub penari telanjang khawatir, para pemilik Google Glass akan menggunakan kacamata pintar itu untuk merekam pertunjukkan mereka. Jaringan bioskop besar di Amerika Serikat juga tengah mewaspadai kemungkinan Google Glass dibawa masuk ke dalam bioskop, dan menjadi perangkat pembajakan dengan merekam film yang tengah diputar.

Sementara pihak kasino khawatir pemakai Google Glass akan berbuat curang dengan perangkat tersebut. MGM Grand Hotel and Casino sendiri adalah salah satu tempat yang juga telah mencekal Google Glass.

“Kami telah berurusan dengan kamera video ponsel dan pengambilan gambar ilegal selama beberapa tahun dan kami dengan cepat memastikan kalau hal itu tidak terjadi di dalam. Saat Google Glass dijual bebas,akan ada banyak orang menggunakannya dan berharap bisa memakainya di tempat seperti tempat penari telanjang. Jika kami melihatnya di dalam, kami akan melakukan hal yang sama kepada orang yang membawa kamera ke dalam klub. “ujar Peter Feinstein, manajer klub dewasa Sapphire Gentlemen's Club, di Las Vegas. Di lain pihak, Departemen Pertamanan dan seluruh bank di Amerika juga tengah mendiskusikan perangkat tersebut sebelum memutuskan akan turut mencekal atau tidak. Sebuah kelompok juga turut mendukung pencekalan Google Glass lewat kampanye Stop the Cyborg.

Di seluruh dunia dan Amerika Sendiri diperkirakan ada sekitar 10 ribu pemilik Google Glass, 8000 diantaranya mendapatkan Google Glass lewat pembelian khusus setelah memenangkan kontes review Google Glass bulan Maret lalu. Dibandrol USD 1500, Google Glass yang didapat para pemenang kontes adalah Google Glass yang sama dengan yang dijual ke para pengembang aplikasi. Jumlah itu bakal terus bertambah jika Google Glass versi konsumen dilempar ke pasar, menurut rumor, Tahun depan.

Uniknya, meskipun kontroversi mengenai privasi dan pembajakan terus mengiringi Google Glass, dari 8000 orang pemenang tersebut ada 10 orang terkenal di dalamnya. Aktor yang terkenal lewat serial How I Met Your Mother, Neil Patrick Harris, rapper Soulja Boy, Bintang Silent Bob Kevin Smith, bintang Youtube Justine Ezarik, Musisi D.A. Wallach, lalu juga ada bintang That ‘s So Raven Kyle Massey serta aktris dan penyanyi Brandy Norwood termasuk di dalamnya.

Pihak Google sendiri, sebagai pihak yang paham betul mengenai kemampuan perangkat ciptaannya, yang mirip peralatan mata-mata itu, belum mau berkomentar. Namun pendiri dan juga bos besar Google, Eric Schmidt tidak berani memakai kacamata pintar itu saat melakukan kunjungan ke Korea Utara beberapa waktu lalu. “Aku tidak menakuti mereka. Mereka punya banyak senjata”kilah Schmidt.

Tiket Pesawat Luar Angkasa Senilai Rp 1.9 Miliar


Pesawat wisata angkasa yang dibesut Virgin Galactic milik miliuner Inggris Sir Richard Branson mulai melakukan tes penerbangan dengan menggunakan roket kemarin. Pesawat ini rencananya akan melayani penerbangan ke luar angkasa dengan tiket US$ 200 ribu atau sekitar Rp 1,9 miliar.



Virgin Galactic

SpaceShipTwo, demikian nama pesawatnya, menggunakan mesin buatan WhiteKnightTwo yang bisa melakukan penerbangan hingga 47 ribu kaki (14 ribu meter) di atas gurun Mojave California.

Pesawat ini terbang dengan menggunakan roket yang diperkirakan bisa berkecepatan 1,2 kali kecepatan suara. "Untuk pertama kalinya, kami bisa menguji komponen utama dari sistem integrasi penerbangan ini," ujar Branson dalam keterangannya yang dikutip dari AFP, Selasa (30/4/2013).

Branson yang merupakan salah satu orang terkaya di dunia ini mengatakan, diprediksi pesawat ini bisa terbang penuh ke luar angkasa di akhir tahun ini. Tes terbang berakhir sempurna, dan pesawat yang dikendarai oleh pilotMark Stucky dan Mike Alsbury ini mendarat dengan sempurna.


Selanjutnya, perusahaan ini berencana untuk menerbangan roket lebih lama lagi, untuk membawa SpaceShipTwo ke ketinggian 328 ribu kaki (100 kilometer) di luar angkasa.

Saat ini,sudah ada 500 orang yang memesan tiket pesawat luar angkasa ini dengan mendepositkan uang US$ 200 ribu per orang.

Branson mengatakan, akan membawa keluarganya dalam penerbangan pertama pesawat ini untuk menunjukkan soal keselamatan dan keamanan pesawat tersebut. Pesawat ini bisa membawa 6 orang dalam sekali penerbangan.

Kamis, 02 Mei 2013

Spesifikasi "Handsfree Bluetooth Cerdas" Google Glass



Setahun pasca pertama kali Google mengkonfirmasikan Google Glass, akhirnya muncul kabar baru. Proyek yang nantinya memberi kita aksesoris head-mounted display (alias HMD) yang berbasis augmented reality, dan bekerja bersamaan dengan smartphone Android tersebut diumumkan spesifikasi resminya.



Bagi yang belum tahu, Google Glass merupakan prototype gadget bersistem operasi Android dari Google, yang konsepnya berupa head-mounted display berwujud kacamata (ke depannya bahkan bisa diterapkan langsung pada kontak lensa mata), yang bisa menampilkan gambar berbasis augmented reality, dengan layar pada kacamata tersebut menampilkan wujud interaksi dengan Google Glass dengan smartphone atau tablet Android. Sebutan mudahnya, Google Glass adalah “hands-free bluetooth yang sangat cerdas.” Glass ini bertindak seakan kamera yang bisa kamu gunakan untuk menangkap gambar dan video dari sudut pandangmu menarik, membagikannya sehingga orang lain bisa melihat apa yang menurutmu menarik dan tertangkap oleh mata.


Kemarin Google meng-update website mereka untuk Google Glass tersebut, memasukkan spesifikasi yang nantinya kamu dapatkan ketika mendapatkan kacamata futuristis tersebut. Pertama-tama, standar Google Glass memiliki layar dengan resolusi 640 x 360-pixel. Kecil memang, namun layar tersebut berada sangat dekat dengan matamu. Menurut Google, resolusi tersebut setara dengan layar high definition berukuran 25-inchi yang dilihat dari jarak sekitar 2.5 meter. Kamera terintegrasinya mampu menangkap gambar 5-megapixel dan video HD 720p. Kemudian suara yang ikut terekam juga akan kamu dengarkan melalui telinga melalui konsep Bone Conduction Transducer.


Di dalamnya kita juga berhak atas storage 16GB, dimana 12GB diantaranya bisa dimanfaatkan, ada Wi-Fi 802.11b/g dan Bluetooth. Dengan baterai standarnya, Google Glass bisa bertahan seharian dengan pengoperasian normal, kecuali kamu melakukan aktivitas seperti video chat via Hangout, atau merekam video, yang pasti bakal dengan cepat menguras baterainya. Baterai tersebut bisa di-charge melalui tipikal charger yang menggunakan port microUSB. Kemudian untuk mengoperasikannya, kamu membutuhkan Android yang sudah ter-install aplikasi MyGlass, dan keduanya terhubung melalui Bluetooth. Syarat lainnya, Android tersebut minimal menjalankan sistem operasi Ice Cream Sandwich, alias Android 4.0.3.

Berikut detail spesifikasi yang diungkapkan Google.

Fit
Adjustable nosepads and durable frame fits any face.
Extra nosepads in two sizes

Display
High resolution display is the equivalent of a 25 inch high definition screen from eight feet away.

Camera
Photos – 5 MP
Videos – 720p

Audio
Bone Conduction Transducer

Connectivity
Wifi – 802.11b/g
Bluetooth

Storage
12 GB of usable memory, synced with Google cloud storage. 16 GB Flash total.

Battery
One full day of typical use. Some features, like Hangouts and video recording, are more battery intensive.

Charger
Included Micro USB cable and charger.
While there are thousands of Micro USB chargers out there, Glass is designed and tested with the included charger in mind. Use it and preserve long and prosperous Glass use.

Compatibility
Any Bluetooth-capable phone.
The MyGlass companion app requires Android 4.0.3 (Ice Cream Sandwich) or higher. MyGlass enables GPS and SMS messaging.

Selain terhubung dengan smartphone Android, kita bisa membuat Google Glass berinteraksi dengan internet melalui perintah suara. Tujuannya adalah melepaskan ketergantungan tangan kita pada smartphone, dan menempatkan semua fokus aktivitas umum yang biasa kita akses melalui smartphone langsung di depan mata. Informasi seperti petunjuk arah selama navigasi peta, atau selama melakukan video chat, memberi perintah suara pada smartphone, mengambil gambar untuk di-upload ke jejaring sosial, atau bahkan streaming video. Google menarget tahun 2014 sebagai awal mereka merilis gadget masa depan ini, dengan pre-order sudah dibuka mulai tahun lalu, dengan harga US $1,500. Varian Google Glass nantinya tersedia dalam lima pilihan warna, gray, orange, black, white, dan light blue. Beberapa aktifitas keren yang bisa kamu lakukan menggunakan Google Glass antara lain:

1. Menu


Glass menunjukkan opsi apa saja yang bisa kamu akses, mulai mengambil gambar, masuk ke Google Hangout di Google Plus, merekam video, atau berbagi sesuatu yang kamu lihat menggunakan kameranya dengan orang lain.

2. Reminders


Glass memunculkan can pop reminder pada layar, yang bisa mengingatkanmu akan appointment yang akan segera terjadi, atau jadwal pertemuan lainnya yang kamu rencanakan.

3. Weather



Seperti kartu-kartu yang muncul melalui Google Now-nya Google Search, Google Glass ini juga bisa memunculkan informasi cuaca langsung dimana kamu berada.

4. Dictate Texts


Kamu memang bisa memerintah Glass melakukan fungsi tertentu, namun alat ini juga bisa membacakan pesan teks atau email langsung tanpa harus memaksamu membuka smartphone.

5. Travel Alerts



Dalam salah satu demonya, Glass juga diperlihatkan memberi informasi mengenai apa yang terjadi pada sarana transportasi yang bakal kita gunakan, langsung pada layar mungilnya.

6. Maps


Meskipun tidak ditampilkan satu layar penuh, namun untuk fitur Google Maps, Glass memperlihatkan tampilan separuh layar secara transparan dari jalur yang bakal kamu lalui. Kamu tidak perlu kerepotan mengalihkan perhatian dari jalanan karena jalur yang harus kamu lalui terlihat langsung di depan matamu

7. Photos


Fungsi dasar Glass adalah untuk mengambil foto. Dengan ukuran sekecil ini, jangan harap modul kameranya bagus. Setidaknya gambar yang ditangkap masih layak dibagikan ke jejaring sosial.

8. Hangout


Menggunakan Glass, kamu dengan mudah bisa berbagi apa yang kamu lihat langsung ke lawan bicaramu ketika melakukan video chat Hangout di Google Plus.

Source

Sabtu, 27 April 2013

Leonardo Davinci, penemu Google Glass?


Leonardo Da Vinci adalah seorang penemu abad 15. Beberapa temuan mutakhirnya adalah faksimili, parasut, hingga helikopter. Baru-baru ini tersiar kabar bahwa Google Glass merupakan konsep yang sebelumnya pernah dibuat oleh Da Vinci.




Dikutip dari Mashable (2/4), Dr Burt Wilde dari University of Illinois, Chicago, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa konsep yang dimiliki oleh Da Vinci saat itu memang belum sepenuhnya sempurna. Namun ada bukti kongkrit berupa gambar rancangan yaitu teks catatan yang ditulis oleh Da Vinci sendiri.

Dalam penelitiannya, Wilde telah melakukan riset yang sudah dilakukan selama tiga tahun terakhir pada temuan-temuan Da Vinci. Menurut Wilde, saat itu Da Vinci mempunyai konsep kacamata yang diberi nama Occhiovita Immagine atau bisa diartikan sebagai Eye Life Picture.

Kacamata yang dirancang oleh Da Vinci ini memang bukan seperti kacamata yang pada umumnya. Rancangan seniman asli Italia ini hanya monocle atau satu mata. Kemiripan desain kacamata Da Vinci dengan Google Glass ini belum pernah diprediksikan oleh siapapun sebelumnya. "Siapa sangka bahwa ternyata catatan Da Vinci ini sangat luar biasa," lanjut Wilde

Rumor tersebut kini sedang marak diperbincangkan dan dihubungkan dengan Google Glass yang dimiliki oleh Google. Lantas, benarkah Google sebenarnya telah mengetahui hal itu dan mengembangkan konsep dari Leonardo Da Vinci tersebut?


Google Glass Generasi Selanjutnya Hadirkan Transparan Display


Google nampaknya begitu optimis bahwa produk Google Glass mereka akan meraih sukses di pasaran. Hal ini dibuktikan dengan adanya pengajuan paten baru dari pihak Google atas produk tersebut.

Meskipun belum resmi diluncurkan, namun pihak Google telah mengajukan sebuah paten baru atas generasi selanjutnya dari produk Google Glass yang akan menyematkan teknologi berupa transparan display.

Dilansir Ubergizmo (25/04), teknologi transparan display ini diajukan dengan nama 'Near-to-eye display with diffraction grating that bends and focuses light' berupa kaca transparan yang dapat menampilkan computer generated images di layar kaca Google Glass namun juga tidak menghalangi pandangan penggunanya ke area disekitarnya.




Nampaknya paten tentang teknologi transparan display ini lebih memfokuskan pada teknologi kisi difraksi yang ditempatkan pada sebuah substrat optik dalam bentuk gelas kaca nyata.

Kisi difraksi ini nantinya akan mengandung beberapa elemen, yang mana sebagian elemen akan memungkinkan cahaya ambient tidak akan mengganggu pandangan penggunanya ke benda yang ada di sekitarnya.

Sedangkan elemen yang lain akan bekerja untuk mencerminkan dan memfokuskan gambar yang dihasilkan komputer ke display kaca Google Glass.

Tentu jika Google Glass next generation ini akan diluncurkan di pasaran, maka perangkat ini akan menjadi teknologi impian yang menjadi nyata.

Rabu, 24 April 2013

Kebangkitan Pabrik Pesawat RI, PTDI


Sebuah pesawat CN 235 Maritime Patrol (MPA) pesanan TNI Angkatan Laut terparkir di hanggar PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Berkelir hijau, pesawat itu baru saja lulus uji coba terbang selama satu jam di langit Jawa Barat awal April 2013 lalu.

Para teknisi PTDI berkerubung di pesawat seharga US21,5 juta per buahnya itu. Burung besi produksi PTDI bekerjasama Airbus Military itu hendak diperkuat dengan radar pengintai lautan, dan kamera beresolusi tinggi.



“Radar itu dapat melihat hingga 200 meter di bawah permukaan laut,” kata mantan Kepala Humas PTDI, Rakhendi Priatna yang menemani VIVAnews berkeliling di pabrik pembuatan pesawat PTDI, di lahan seluas 80 hektar, awal April 2013 lalu.

Di belakang CN 235 MPA, tampak antri dua pesawat lainnya.  Semua menunggu kelihaian tangan para teknisi. PTDI memang saat ini tengah kebanjiran berbagai pesanan pesawat, khususnya CN 235. Pada 2012, PTDI berhasil membuat empat unit CN 235, dua unit NC 212, dua unit Super Puma, satu unit CN 195 dan 12 unit Bell 412.

Setelah terpuruk dihajar badai krisis moneter 1997,  perusahaan itu kini mencoba bangkit. Hanggar yang dulu sempat sepi, kini ramai dengan beragam pekerjaan.  Order mengalir, dan rezeki pun tumpah. Setelah merugi sembilan tahun, baru pada 2012 perusahaan menangguk laba.

Terakhir, rapor keuangannya biru pada 2002, dengan laba bersih Rp11,26 miliar. Setelah itu, kantong PTDI pun kempis.   Hutangnya seawan, dan nyaris kolaps. Sekitar 16 ribu karyawan dipecat, dan hanya  tersisa 4.000.  Para insinyur terbaik pun hengkang ke berbagai pabrik pesawat dunia.

Lebih tragis lagi, perusahaan perakit pesawat itu sampai terpaksa membuat panci agar bisa bertahan hidup. “Sepanjang 2003 hingga 2007 PTDI ini tak pernah tutup buku. Sehingga kami harus mulai tutup buku 2003-2007,” kenang Direktur Utama PTDI, Budi Santoso.

Budi bukanlah orang baru di PTDI. Ia bergabung sejak 1987, saat masih bernama IPTN. Pada 1998 lalu, ia pindah menjadi Direktur Utama PT Pindad, dan berhasil. Pada 2007 lalu, doktor ilmu robotika dari Katholieke Universiteit Leuven, Belgia, ini diminta pemerintah membenahi PTDI.

Saat ia baru memimpin, Budi dicegat oleh banyak persoalan. Ribuan bekas karyawan berdemonstrasi menuntut pesangon. Dan soal itu terus menguras energinya. Ditambah beban hutang, khususnya hutang kepada pemerintah yang mencapai Rp3,8 triliun. Kas  keuangan PTDI kandas saat itu.

Dia lalu membereskannya tahap demi tahap. Pada 2009, semua urusan masa lalu itu kelar. Setelah diaudit BPK, instansi pajak, dan berbagai lembaga, utang ke pemerintah itu pun beres. “Kami minta utang kepada pemerintah dikonversi menjadi modal. Duitnya sih tidak ada, hanya di atas kertas. Tapi ia tidak menjadi beban keuangan PTDI,” katanya.

Tangan dingin Budi Santoso perlahan menuai hasil. Pada 2012 lalu,  perusahaan membukukan laba bersih sekitar Rp40 miliar, dengan pendapatan Rp2,68 triliun. Pendapatan terbesar disumbang oleh pembuatan pesawat sebesar Rp2,3 triliun, manufaktur komponen Rp236 miliar, jasa teknisi dan alutsista Rp65 miliar, dan dari perawatan pesawat Rp104 miliar.

Tiga  langkah
Beresnya utang masa lalu itu, kata Budi Santoso, menjadi titik balik PTDI. Pada akhir 2011, mendapatkan kucuran dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp2,06 triliun. Direksi tidak menyia-nyiakan dana itu, dan langsung memakainya untuk modernisasi mesin, hanggar dan sumber daya manusia.

Direktur Niaga dan Restrukturisasi, Budiman Saleh menjelaskan PTDI telah mengalokasikan Rp270 miliar membeli berbagai mesin produksi serta membenahi dan membangun hanggar baru senilai Rp140 miliar. Nantinya, PTDI akan mempunyai dua hanggar perakitan pesawat.

Satu hanggar baru tersebut baru akan beroperasi pada Semester I 2014, dan mampu merakit pesawat besar seperti CN 295. (Lihat Bagian 3: Agar di Langit Kita Jaya)

Tiga langkah restrukturisasi pun  dilakukan. Pertama, pada fase darurat, selama 2011-2012, dibenahi kondisi internal. Kedua, adalah tahap stabilisasi pada 2012-2013. Pada fase ini perusahaan melakukan berbagai investasi dan revitalisasi. Terakhir, diharapkan pada 2015 ke atas, PTDI diharapkan lepas dari ketergantungan pada pemerintah.

“Saat ini kami sedang dalam tahap fase kedua. Kita lakukan pencarian pendanaan untuk permodalan, pemetaan pasar dan persiapan produk baru seperti N 219,” kata Budiman.

Saat ini, untuk bergerak perusahaan memang tergantung pada rezeki dari pemerintah. Misalnya, PTDI meraup kontrak hingga Rp7 triliun hingga tiga tahun mendatang, sebagian besar dari Kementerian Pertahanan. Tapi setelah itu, PTDI diminta untuk mandiri.

“Kami perlu hidup. Bisnis pesawat terbang bukan sesuatu yang instan,” kata Budi Santoso.
Bantuan itu, kata Budi, penting. Ia seperti efek bola salju. Konsumen melihat perusahaan mulai bangkit, dan tanpa diundang, mereka datang ke pabrik dan melakukan kerjasama. “Lima tahun lalu, saat saya pertama kali menjadi Direktur Utama, hal ini tidak pernah saya bayangkan,” katanya.

Menggandeng Airbus
Salah satu kunci keberhasilan PTDI adalah belajar dari kesalahan masa lalu. Sewaktu masih bernama IPTN, perusahaan ini “jor-joran” mengembangkan berbagai macam pernik pesawat walaupun tidak ekonomis.  Insinyur mereka waktu itu sangat menguasai teknologi, tapi tidak mengerti ilmu marketing.

“Ternyata, mengerti teknologi saja tidak cukup. Bagian lain adalah menguasai pasar, kami tidak pernah pelajari hal tersebut,” kata Budi.

Jalan lain mendongkrak kembali perusahaan yang  “pingsan” sejak krisis 1997 lalu adalah usaha  menggandeng industri penerbangan lain yang telah berkibar, yaitu Airbus dan Boeing. “Dua-duanya kami jajaki,” ujar Budi.

Namun, yang terdekat adalah EADS, perusahaan yang termasuk grupnya Airbus. Secara sejarah, PTDI lebih dekat, meskipun dulu mereka pernah punya hubungan dengan Boeing.

Cara ini, kata Budi, lebih efektif. Soalnya, membuat pasar baru membutuhkan waktu hingga puluhan tahun. PTDI tidak mungkin menanti selama itu, bisa keburu mati. Cara PTDI mirip seperti yang dilakukan Lenovo dan IBM. “Lenovo dahulu menggunakan merek IBM hingga orang-orang sadar IBM itu Lenovo. Sekarang Lenovo tidak memakai nama IBM namun tetap laku,” katanya.

Cara ini mulai membuahkan hasil. PTDI kini menerapkan standar administrasi hingga membuat pesawat, yang sesuai standar Airbus, baik EADS Airbus dan Airbus Military, membantu dari teknik hingga non teknik. Per tahun, PTDI mendapatkan kontrak Rp180-200 miliar. Dengan bekal inilah, PTDI bertekad membuat pesawat asli Indonesia.

Selain dengan EADS, PTDI juga menjalin kerjasama dengan Eurocopter Family yang juga dibawah EADS untuk membuat body helikopter MK II, yaitu tailboom dan fuselage senilai Rp5 miliar. Selain itu PTDI juga menjadi subkontrak CTRM dan Korean Air senilai Rp10 miliar.

Berbagai pesanan inilah yang membuat para karyawan PTDI bergairah. Saat ini, pabrik PTDI berjalan dua shift. Pada shift malam mereka akan mengejar produksi jika terjadi masalah di dua shift sebelumnya. Saking penuhnya order, PTDI tidak berani mengambil pekerjaan lagi. Kapasitas produksi perusahan itu sudah penuh.

“Maka, kalau ada yang bilang kami menganggur, itu salah. Dengan modernisasi saat ini, PTDI 2-3 kali lebih produktif dari yang lama,” katanya.

Jet tempur
Mesin-mesin buatan Jerman, Italia dan Taiwan terbaru sejak 2012 lalu telah hadir di pabrik PTDI. Mesin CNC (Computerized Numerical Control), di antaranya Quaser MV 18C, Haas VF6-50, Haas VR 11 B Deckel Maho DMU 100 mB, dan mesin Gantry Jobs LINX30 serta Gantry Matec 30 P membuat semangat baru bagi para teknisi. Urusan produksi menjadi lebih cepat.

Meski begitu, kapasitasnya belum setara dengan pabrik besar seperti Airbus. Untuk membuat sebuah pesawat dari nol hingga bisa terbang PTDI membutuhkan waktu 8-12 bulan. Sementara Airbus dan Boeing, rata-rata hanya butuh dua pekan. Dengan mesin baru, waktu produksi diharapkan bisa diringkas menjadi dua bulan.

Bermodal mesin itu pula, perusahaan yakin dapat meraup laba lebih besar. Pada 2013 ini PTDI menargetkan pendapatan sebesar Rp3 triliun,  dengan target laba bersih Rp60 miliar. Pada 2012 laba tercatat Rp40 miliar. Perusahaan kini mulai percaya diri, misalnya meminjam dana ke Bank sebagai modal kerja.

Secara potensial, PTDI masih bisa mengembangkan CN-235 menjadi CN-234 Next Generation.  CN-235 adalah proyek bersama antara PTDI dengan CASA. PTDI diberikan kebebasan oleh CASA untuk memberikan berbagai inovasi pada CN-235. Salah satunya menambahkan wing tips untuk menambah kestabilan pesawat.

Selain itu, C-212 versi improvement, harganya lebih murah, dan kapasitasnya juga bertambah. “Kami juga menargetkan pusat perawatan PTDI dapat merawat Airbus A320 di Indonesia,” ujar Budi.

Agar makin tokcer di masa depan, perusahaan itu akan merekrut generasi muda. Penerimaan besar-besaran insinyur PTDI terjadi pada 1982-1986. Setelah itu, tidak ada lagi. Kini sekitar 45 persen sumber daya ahli di perusahaan itu, khususnya para engineer, telah memasuki masa pensiun.

Kini, pegawai baru direkrut secara bertahap. “Yang pensiun, akan kami pertahankan 1-2 orang sebagai pelatih engineer baru. Cara ini kami gunakan mengatasi lost generation di PTDI,” kata Budiman.

Sebagai bahan latihan bagi para insinyur muda, PTDI menyiapkan N 219. Pesawat berkapasitas 19 orang ini akan dijadikan model agar para insiyur muda mengetahui satu siklus pembuatan pesawat.

Dari produk N 219 inilah, tenaga ahli muda itu dapat mengembangkan beragam jenis pesawat. Bukan tak mungkin suatu saat mereka menciptakan pesawat jet komersial seperti N2130 yang mati suri. Atau pesawat tempur IF-X/K-FX, kolaborasi PTDI dengan Korea Selatan.

Proyek terakhir itu kini memang tidak jelas nasibnya. Sebab, Korea Selatan memotong anggaran riset, serta pemerintah Turki mengundurkan diri dari program itu.

Sabtu, 20 April 2013

Wujuh iPhone Versi Murah


Rumor tentang iPhone versi murah sudah sering berhembus. Namun belum pernah ada bocoran bagaimana rupa iPhone buat yang berkantong cekak. Belakangan, sebuah bocoran datang dari sebuah blog, tactus dot com.



Dalam postingannya, dia menampilkan gambar belakang body yang diklaimnya sebagai iPhone Murah.
Dalam postinganya, disebut bodi iPhone itu plastik polikarbonat, sangat berbeda dengan iPhone 5 yang memakai aluminium. Sekilah, bodinya seperti iPhone 3G S , tapi terlihat lebih elegan dan modern. Bentuknya lebih pipih dibanding 3G S.

Dari gambar itu, kemungkinan ukuran dimensi iPhone Murah tebalnya 9 mm, tinggi 120 mm dan lebar sekitar 62-65 mm. Dengan ukuran ini, kemungkinan dimensinya lebih tinggi dan lebih lebar dari iPhone 4/4s.
iPhone versi Murah ini diduga akan memiliki prosesor A5 dengan arsitektur 32 nm, seperti yang bersarang di iPad Mini. Layarnya diperkirakan berukuran 3,5 inci dengan retina display, mirip dengan iPhone 4S. Seperti juga dengan iPhone 4, kemampuan kameranya berkapasitas 5 MP.

Berbeda dengan iPhone sebelumnya yang hanya memiliki dua warna hitam atau putih. iPhone vversi murah ini diperkirakan akan tersedia dalam banyak warna seperti iPod Touch generasi ke 5. Selain Hitam dan Putih akan tersedia dalam warna Biru, Merah dan Kuning.

Harga iPhone Murah diperkirakan akan dibandrol US $ 300, sekitar Rp 2,9 juta. Konon, ponsel ini akan dijual mulai 15 Oktober 2013.

Bos Apple, Phil Schiller pernah membantah hal ini. Menurutnya, tak ada dalam agenda Apple membuat iPhone murah. Namun melihat Android dan Samsung yang mendominasi pasar, para analis melihat, Apple harus memproduksi ponsel buat berkantong cekak untuk bisa bersaing dengan produsen lain. Namun, di tangan Tim Cook, Apple bisa saja berubah haluan. Sama halnya dengan iPad Mini. Dulu, Steve Jobs mengharamkan tablet ukuran mini. Namun Tim Cook tetap menuruti pasar dengan meluncurkan iPad Mini
Jikalau bocoran tactus ternyata bukan casing iPhone Murah, kemungkinan bocoran ini adalah casing iPhone 5 S.

Minggu, 17 Februari 2013

Google Wujudkan Layanan Bahasa Bali




Google melakukan sejumlah inovasi baru. Mereka menjadikan bahasa Bali sebagai salah satu sejumlah pilihan bahasa di halaman Google Indonesia. 


Pengunjung yang mengunjungi google.co.id kini memiliki opsi untuk membaca teks dalam bahasa Bali maupun Indonesia, Jawa dan Inggris. Ini adalah bahasa daerah kedua yang didukung di Indonesia setelah bahasa Jawa. 



Layanan ini dilakukan atas kerjasama Yayasan Dwijendra bersana BASAbali.org. Sebanyak 45 mahasiswa beserta ahli bahasa dari Universitas Udayana, Yayasan Dwijenda, serta Balai Bahasa membantu penyelenggaraan acara penerjemahan ini. 



"Google dengan senang hati siap membantu upaya-upaya untuk melestarikan warisan Indonesia yang kaya budaya dan bahasa. Kami sangat berterima kasih kepada Basa Bali untuk dedikasi mereka untuk membantu kami menerjemahkan antarmuka pencarian halaman depan Google," kata Google Indonesia Head of Country, Rudy Ramawy. "Sebagai bahasa daerah yang digunakan oleh 4 juta orang, kami berharap bahasa Bali di Google akan memudahkan lebih banyak lagi pengguna internet menemukan informasi yang mereka butuhkan." 



Bahasa Bali akan tersedia di halaman home page Google dan hasil pencarian. Bahasa Bali tidak akan menjadi salah satu bahasa di Google Translate. 


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls