Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Mei 2013

Sefti Sanustika Enggan Tanggapi Foto Syurnya

Sefti Sanustika sampai dengan saat ini masih memilih untuk tidak menanggapi beredarnya foto-foto tersebut karena masih fokus urusi kasus suaminya Ahmad Fathanah.



Saat dihubungi melalui manajernya Mila, Sefti mengaku saat ini belum mau memberikan komentar soal foto-foto yang sudah beredar luas di dunia maya itu.

"Sefti belum mau berkomentar, dia juga masih shock, terpukul dengan beredarnya foto tersebut," ujar Mila saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (28/5/2013).

Foto syur Sefti Sanustika

Mila juga menyebut saat ini Sefti masih fokus dengan karirnya untuk menopang kehidupan keluarganya pasca kasus yang menimpa suaminya Ahmad Fathanah dalam kasus suap impor daging sapi.

"Aku capek, masalah bapak aja belum selesai," ujar Mila menirukan ucapan Sefti.
Seperti diketahui foto perempuan mirip Sefti yang tengah berendam di dalam bathtub beredar di internet. Nama Sefti sendiri mencuat setelah ia diketahui merupakan istri dari tersangka kasus suap impor daging sapi, Ahmad Fathanah

Sabtu, 20 April 2013

Bicara Politik, SBY Dituntut Minta Maaf


Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mendesak Presiden SBY minta maaf kepada masyarakat karena telah berbicara masalah kepentingan politik Partai Demokrat di Istana Negara. Ketua Perludem Didik Supriyanto menilai tindakan SBY tersebut tidak etis.

"SBY harus klarifikasi, mengakui kesalahan, dan sebaiknya meminta maaf. Berjanji tidak menggunkan fasilitas negara lagi untuk kepentingan politik atau pribadi," kata Didik di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta, Jumat 19 April 2013.


SBY, kata Didik, menunjukkan ketidakkonsitenannya sebagai pemimpin. Padahal SBY sudah berulang kali meminta para menterinya untuk mengesampingkan urusan partai demi tugas negara. Dengan bersikap seperti itu, SBY justru menjilat ludahnya sendiri.

"Wajar kalau dia menerima banyak komplain. Kita lihat bagaimana ia meresponnya," ujarnya.

Didik melanjutkan, jika 'insiden' tersebut dibiarkan begitu saja, maka pada hari-hari berikutnya SBY akan terbiasa menggunakan fasiilitas negara untuk urusan politik partainya. Sikap SBY juga dinilai Perludem menjadi pendidikan politik yang buruk kepada masyarakat.

"Kita punya presiden pertama yang dipilih oleh rakyat secara langsung dua kali periode, tetapi perilaku politiknya sangat-sangat mengganggu akal sehat. Istana negara dijadikan tempat menjadi aktivitas politik kepartaiannya," tuturnya.

Terkait pembelaan para staf SBY atas tindakan SBY tersebut, Didik melontarkan kritiknya. Menurutnya, mereka tidak ada bedanya dengan seorang bawahan yang hanya menjilat tuannya.

"Akhirnya ABS juga. Asal Bapak Senang. Mestinya diclearkan saja, tinjauan politik, budaya, tidak membenarkan tindakan ini," kata Didik.

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparingga, mengatakan pernyataan SBY soal partainya di Istana waktu itu hanya bersifat personal. Pernyataan tersebut disampaikan SBY bukan dalam kapasitasnya sebagai kepala negara maupun pimpinan partai.

"Pernyataan diri itu sangat personal tentang bagaimana integritas diantara ucapan dan tindakan memperoleh pembelaan yang sewajarnya," kata Daniel.

Bukan Politis,Pernyataan SBY Soal Yenny


Pernyataan pers Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Kepresidenan yang khusus membahas isu Partai Demokrat beberapa hari lalu telah mengundang kritik beberapa pihak. SBY dinilai memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan politiknya.

Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparingga, mengatakan pernyataan SBY soal partainya di Istana waktu itu hanya bersifat personal. Pernyataan tersebut disampaikan SBY bukan dalam kapasitasnya sebagai kepala negara maupun pimpinan partai.



"Pernyataan diri itu sangat personal tentang bagaimana integritas diantara ucapan dan tindakan memperoleh pembelaan yang sewajarnya," kata Daniel kepada VIVAnews.

Menurut Daniel, dalam kesempatan itu Presiden SBY hendak menjawab anggapan sebagian kalangan yang menegaskan kesan telah terjadinya pengingkaran sebuah janji antara SBY dengan Yenny Wahid, Ketua Umum Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB).

"Janji itu sebenarnya tidak pernah ada. SBY perlu mengirim pesan yang jelas kepada publik untuk menegaskan sikap hormat SBY pada niat baik Ibu Yenny untuk memajukan Indonesia atas dasar ikatan idealisme yang mengikat persahabatan di antara kedua belah pihak,Yenny dan SBY. Ini sama sekali bukan soal partai atau politik," tegasnya.

Sementara, Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan jumpa pers itu digelar karena SBY merasa perlu segera memberikan pernyataan karena muncul interpretasi bermacam-macam di publik soal Yenny Wahid yang batal bergabung ke Demokrat.

Kebetulan, kata Julian, selama satu minggu ini SBY tinggal di Istana. Dia tidak pulang ke rumah pribadi di Cikeas.

"Mengapa dilakukan di Istana Kepresidenan, karena itu setelah kunjungan kerja. Minggu ini presiden terus berada di Istana," kata Julian. Menurut Julian seharusnya masalah ini tak perlu dibesar-besarkan.

Susno Duadji Terancam Gagal Maju Caleg 2014

Mantan Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji terancam gagal maju sebagai calon legislatif dari Partai Bulan Bintang (PBB). Susno terganjal pasal 4 huruf g Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2013 yang melarang seorang caleg pernah diancam pidana lebih dari lima tahun.

Anggota KPU, Arief Budiman, di kantor KPU, Jakarta, Jumat 19 April 2013, mengatakan, jika ancaman hukuman di atas lima tahun, Susno tidak dapat mencalonkan diri. "Meskipun hukumannya hanya satu hari," kata dia.


Meskipun demikian, Arief menjelaskan, Susno masih bisa mencalonkan diri pada pemilu lima tahun mendatang. Sebab, konstitusi tidak melarang seorang mantan narapidana maju menjadi caleg dalam pemilu dengan syarat yang bersangkutan mengumumkan statusnya tersebut secara terbuka di hadapan publik.

"Dia bersedia mengumumkan kepada publik, ya bahwa 'Saya sekarang nyalon. Saya dulu adalah mantan narapidana'," ujarnya.

Arief melanjutkan, Susno dan narapidana lainnya juga wajib memenuhi syarat-syarat sebagai berikut. Pertama, tidak melakukan tindak pidana secara berulang-ulang. Kedua, pidananya selama kurun waktu lima tahun sudah selesai dijalani.

"Kalau dia memenuhi syarat itu, boleh. Tapi, kalau nggak memenuhi syarat itu tidak boleh," ucapnya.

Seperti diketahui, Susno divonis 3,5 tahun penjara di PN Jakarta Selatan, Kamis 24 Maret 2012. Hakim menilai Susno terbukti bersalah dalam kasus korupsi PT Salmah Arowana Lestari dan korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat.

Selain hukuman penjara, hakim juga mewajibkan Susno membayar denda Rp200 juta subsider enam bulan penjara.

Senin, 28 Januari 2013

5 Sebutan Jokowi dari Media Asing


Bukan kali ini saja Joko Widodo (Jokowi) menjadi sorotan dunia. Saat menjadi wali kota Solo, nama Jokowi sudah berkibar. Buktinya, ia terpilih menjadi salah satu kepala daerah terbaik dunia.
Setelah menjadi gubernur DKI Jakarta, namanya terus bersinar. Banyak media asing terus menyorotnya.
Mulai dari gaya hingga gebrakannya memimpin Ibu Kota. Bahkan Jokowi mendapat julukan tersendiri di mata media asing. Apa saja?

1. Obama dari Jakarta
obama dari jakarta 300x150 5 Sebutan Untuk Jokowi dari Media Asing
Kantor Berita Inggris BBC menyebut Jokowi sebagai Obama dari Jakarta. Artikel itu dimuat dalam BBC Asia, Rabu (23/1). Judulnya Flooding tests ‘Jakarta’s Obama’. Ada foto Jokowi mengenakan baju Betawi lengkap dengan peci berwarna hitam sebagai ilustrasi.
BBC menyoroti banjir di Jakarta dan kebijakan Jokowi menyelesaikan permasalahan itu. Artikel tersebut ditulis oleh wartawan BBC Karishma Vaswani.
“Jelang 100 hari kepemimpinannya, Jokowi menghadapi tes pertama. Air berwarna kecoklatan merendam Jakarta tanggal 17 Januari kemarin. Penyebabnya curah hujan tinggi yang menyebabkan tanggul jebol dan sungai meluap.”
BBC banyak memuji Jokowi dalam artikel itu. Mereka menyebut Jokowi sebagai tokoh populer dan mendapat dukungan dari kalangan bawah maupun kalangan menengah Jakarta. Warga Jakarta optimistis Jokowi bisa menyelesaikan masalah banjir di Jakarta. Jokowi juga dikenal sebagai politikus yang bersih dan pekerja keras.
“Mr Widodo adalah politikus yang bersih. Seorang pemimpin yang mendengarkan keluhan masyarakat. Dia kerap disamakan dengan Presiden AS Barack Obama, bukan karena perawakannya yang sama-sama tinggi dan langsing. tetapi karena empatinya pada masyarakat.”
“Saya bukan Obama. Saya cuma orang yang sederhana,” kata Jokowi sambil tertawa.
2. Mr Fix
mr fix 300x150 5 Sebutan Untuk Jokowi dari Media Asing
Kali ini mendapat perhatian dari majalah The Economist edisi Asia. Majalah tersebut menyebut Jokowi sebagai Mr Fix. Arti Mr Fix sangat luas, bisa memperbaiki atau merapikan.
Majalah ini mengulas sepak terjang Jokowi yang rela turun ke kampung-kampung kumuh untuk menata Jakarta. Istilah yang sering dipakai Jokowi adalah blusukan.
100 hari masa kerjanya, Jokowi langsung memperbaiki sistem pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan dengan meluncurkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) serta Kartu Jakarta Sehat (KJS). Majalah ini juga menulis soal rencana-rencana Jokowi untuk menata PKL, banjir, dan mengatasi kemacetan.
3. The man in the Madras Shirt
the man in the madras shirt 300x150 5 Sebutan Untuk Jokowi dari Media Asing
Sukses Jokowi menggunakan baju kotak-kotak saat kampanye dalam Pilgub Jakarta pertengahan tahun lalu mendapat sorotan dari majalah terkemuka, TIME. Majalah ini secara khusus menyorot baju ala Jokowi bermotif merah-biru tersebut.
Majalah ini menulis dengan judul The Man in the Madras Shirt. Apa jawaban Jokowi?
“Saya memilih kemeja berwarna-warni ini hanya ingin berbeda dengan para pejabat lain yang selalu dipakainya. Orang-orang bosan dengan hal yang sama,” kata Jokowi kepada TIME.
4. Calon pendamping Prabowo
prabowo 300x150 5 Sebutan Untuk Jokowi dari Media Asing
Tidak hanya dari sisi gaya kepemimpinannya, Jokowi juga mulai disorot soal langkah politiknya dalam Pilpres 2014. Menurut majalah bergengsi asal Inggris, The Economist, setelah sukses menjadi gubernur Jakarta, Jokowi bisa menjadi pemimpin di tingkat nasional.
“Jika Widodo (Jokowi) bisa membereskan Jakarta seperti dia lakukan di Solo, dia bisa menjadi calon wakil presiden berpasangan dengan Prabowo (Subianto),” tulis majalah itu. Menurut hasil pelbagai survei, pensiunan jenderal berbintang tiga ini menduduki posisi puncak sebagai calon presiden paling pantas buat Indonesia pada pemilihan dua tahun mendatang.
5. Calon presiden
calon presiden 300x150 5 Sebutan Untuk Jokowi dari Media Asing
Media besar asal Amerika Serikat, Foxnews pernah menulis panjang lebar soal Jokowi. Media itu menulis sepak terjang Jokowi dalam menangani banjir di Jakarta pekan lalu.
Selama beberapa hari ini, Jokowi sibuk turun ke lapangan. Mengunjungi korban banjir dan mengecek lokasi-lokasi banjir. Paragraf pertama di Foxnews menulis Jokowi saat naik gerobak sampah mengunjungi korban banjir.
Kedatangan Jokowi langsung mendapat sambutan hangat. Banyak anak-anak yang mengerubungi mantan wali kota Solo tersebut karena hanya ingin sekedar salaman. “Pada musim kemarau nanti, kita akan melakukan sesuatu yang konkret untuk mengatasi banjir,” kata Jokowi.
Selain soal banjir, Foxnews juga menulis soal langkah Jokowi menaikkan upah buruh dan masalah kesehatan dan pendidikan. Program kilat Jokowi ini diperkirakan akan terus mendapat dukungan warga Jakarta.
Di akhir tulisan, Foxnews mengutip pernyataan dari Prasetyo Edi Marsudi, Wakil Ketua DPD PDI-P DKI Jakarta. Langkah konkret yang dilakukan Jokowi, akan berdampak politik ke depan.
“Anda lihat pria di sana. Dia melayani rakyat. Pada 2019, ia akan menjadi presiden,” kata Presetyo.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls