Senin, 09 Juni 2014

5 Masakan Kuliner Ekstrem Paling Laris Di Dunia

5 Masakan Kuliner Ekstrem Paling Laris Di Dunia - Berburu makanan memang menjadi kegiatan yang menyenangkan. Mencicipi berbagai olahan kuliner dengan rasa-rasa dan penyajian yang unik, siapa yang bisa menolak? Jika dahulu makanan hanya menjadi pemenuhan kebutuhan hidup, kini makanan pun menjadi seni kuliner yang mengasyikkan.

Tak sedikit orang yang berani menantang dirinya sendiri dalam hal berpetualang kuliner. Makanan-makanan yang ekstrem dan tampak tak wajar dimakan, misalnya ikan hidup hingga tarantula, justru menjadi buruan pecinta kuliner ekstrem.

Uniknya, makanan-makanan aneh ini malah laris manis di restoran dunia lho. Dilansir oleh oddee.com, berikut 5 Masakan Kuliner Ekstrem Paling Laris Di Dunia :


1. Sandwich Otak Sapi

Masakan Kuliner Paling ekstrem


Di Indonesia, memakan jerohan termasuk otak sapi adalah hal yang biasa ditemui, apalagi untuk kuliner seperti masakan Padang. Tetapi bagi orang Eropa dan Amerika, otak sapi dikategorikan sebagai kuliner ekstrem lho. Uniknya, justru makanan ini laris manis di buru.

Sandwich ini berisi patty yang terbuat dari otak sapi digoreng renyah. Sandwich otak sapi ini diyakini sebagai makanan khas Indiana. Karena penyakit sapi gila, saat ini otak sapi diganti dengan otak babi. Untungnya dengan olahan yang tampak menggoda, para penikmat tidak lagi dipaksa untuk melihat bentuk aslinya ya.


2. A Ping (Tarantula Goreng)

Masakan Kuliner Paling ekstrem

Bagi Anda pecinta kuliner ekstrem, rasanya belum lengkap jika tidak mencicipi kuliner unik khas Kamboja ini, A Ping. A Ping adalah hidangan berupa tarantula yang digoreng. Bagaimana ceritanya tarantula menjadi menu makanan di Kamboja ya?

Ternyata, pada tahun 1960-an, saat pasukan Khmer Merah masuk ke Kamboja, terjadi kekurangan pangan besar-besaran. Orang-orang harus mulai mencari cara kreatif untuk bertahan hidup dan mereka memilih menggoreng tarantula untuk makanannya. 

Saat ini A Ping adalah hidangan yang populer dijual di pinggir jalan. Cara pengolahannya adalah dengan mencampurkan tarantula dengan bumbu penyedap lalu dilapisi dengan tepung dan digoreng dalam minyak yang banyak. Rasanya? Banyak yang mengatakan rasa makanan ini cukup hambar namun renyah pada bagian luar. Justru bagian terbaiknya adalah bagian perutnya yang terasa sedikit asin. Aduh!


3. Haggis

Masakan Kuliner Paling ekstrem

Haggis adalah makanan khas Skotlandia sejenis sosis. Tapi sosis ini bukanlah terbuat dari daging seperti kebanyakan sosis. Bahan-bahan yang diolah menjadi haggis antara lain paru-paru domba, jantung dan hati yang dicampur dengan oatmeal dan daging sapi. Campuran tersebut lalu dibungkus dalam perut domba lalu direbus sebentar.

Haggis banyak dijual di restoran-restoran di Skotlandia bersama piper khas Skotlandia. Agar lebih nikmati, orang Skotlandia umumnya mengkonsumsi ini dengan segelas wiski. Hmm, mewah sekali.


Yin-Yang Fish

Masakan Kuliner Paling ekstrem

Disebut ikan Ying Yang karena makanan ini memang disajikan setengah hidup dan setengah mati. Dengan teknik tertentu, ikan yang telah dimasak masih bisa hidup di atas piring yang disajikan.

Hidangan ini adalah hidangan yang kontroversial karena banyak yang mengutuk cara memasak yang dianggap kejam. Tak heran, pelanggan menikmati daging tubuh ikan sementara ikan yang disajikan masih benafas dengan terengah-engah. Makanan ini dapat Anda temukan di China.


Drunken Shrimp

Masakan Kuliner Paling ekstrem

Makanan asal Cina ini wajib kami masukkan dalam list karena, ya, Anda akan disambut dengan udang yang masih hidup di piring Anda. Drunken Shrimp adalah udang air tawar yang sengaja dibuat mabuk dengan dimasukkan dalam minuman liquor.

Hidangan ini dapat Anda temukan di menu hampir seluruh restoran di China. Rasanya? Gurih, kaya rasa dan sedikit menyengat karena kandungan minuman kerasnya.


Sumber : vemale.com

langganan artikel

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls