Jumat, 07 Maret 2014

Agar Tak Ada 'Drama' Saat Disukai Mantan Kekasih Sahabat

Agar Tak Ada 'Drama' Saat Disukai Mantan Kekasih Sahabat

Alissa Safiera - wolipop

Jakarta - Rasa suka memang tidak bisa ditebak. Bisa saja teman masa lalu atau orang yang benar-benar asing mendekati Anda untuk menjalin hubungan cinta. Namun bagaimana jika pria tersebut adalah mantan kekasih dari teman atau bahkan sahabat Anda sendiri? Pastinya membuat Anda makin dilema tentang siapa yang harus dipilih. Salah-salah, justru bisa berakhir dengan kehilangan keduanya. Psikolog cinta Wolipop, Ratih Ibrahim memberikan sedikit saran yang mungkin bisa membantu Anda menghadapi dilema ini.

1. Pikirkan dengan Baik
Sebelum memutuskan bicara atau menanggapi kelakuan si mantan kekasih sahabat, Anda perlu memastikan perasaan diri sendiri. Pikir baik-baik apakah Anda benar menyukainya, apa Anda nyaman bersamanya, atau hanya selingan ketika kesepian? Jika Anda benar menyayanginya, maka langkah yang perlu dilakukan selanjutnya adalah mencoba bicara jujur dengan si sahabat.

2. Berbicara
Untuk menjaga hubun gan baik dengan sahabat, maka ada baiknya bila Anda berbicara jujur dengan sahabat mengenai fakta bahwa pria tersebut menyatakan perasaannya pada Anda.

"Lihat bagaimana tanggapan sahabat kamu terhadap hal tersebut. Mungkin saja sahabat kamu akan bertanya bagaimana perasaan kamu terhadap pria tersebut. Bila memang terjadi demikian tidak ada salahnya kamu berbicara dengan jujur mengatakan bahwa memang kamu memiliki ketertarikan terhadap pria tersebut namun juga di sisi lain ada perasaan tidak enak atau takut melukai perasaan sahabat kamu ini," jelas Ratih Ibrahim.

3. Melihat Reaksi
Setelah memberanikan diri untuk bicara, Anda perlu menyiapkan mental untuk melihat reaksi si sahabat, entah itu responnya baik atau buruk. Namun jika ternyata si sahabat mengizinkan dan memberi kebebasan, maka Anda perlu pertimbangkan lagi baik-baik perasaan terhadap pria tersebut dan memutuskan langkah selanjutnya.

4. Jika Sahabat Memberi Respon Buru k
Bila ternyata sahabat marah atau tidak menghendaki Anda untuk menjalin hubungan dengan pria tersebut, maka ada baiknya Anda mulai berpikir kembali. Pertimbangkan baik-baik mana yang menjadi prioritas Anda saat ini.

"Apakah hubungan kamu dengan sahabat kamu atau hubungan kamu dengan pria tersebut. Apapun keputusan yang kamu ambil pastikan kamu sudah mempertimbangkan konsekuensinya dengan baik dan pastikan kamu mampu menghadapi konsekuensi tersebut," ujar ibu dua anak itu.

(als/als)




Powered By WizardRSS.com | Full Text RSS Feed | RFID | Amazon Affiliate
wolipop.detik

langganan artikel

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls