Kamis, 07 November 2013

Menguak Sejarah Sekte Seks Bebas di Indonesia

Selama ini memang belum ada catatan sejarah pasti sejak kapan praktik seks bebas muncul. Namun dalam beberapa literatur, cerita seks bebas besar-besaran yang disebut pernah muncul adalah peristiwa orgy (seks party) yang dilakukan pasukan Romawi. Peristiwa itu terjadi di Roma pada 200 tahun sebelum masehi. Ketika itu sebanyak 700 tentara Romawi 'ngeseks' massal di daerah taklukkan dengan wanita setempat sebagai tanda kemenangan.


Cerita sekte seks bebas baru muncul belakangan di era modern, tepatnya ketika muncul sekte-sekte pemuja setan. Penyembahan setan ini untuk pertama kalinya dipopulerkan secara sistematis dan terorganisasi oleh Aleister Crowley (1875-1947). Dia lahir dengan nama lengkap Edward Alexander Crowley di Royal Leamington Spa, Warwickshire, England pada 12 Oktober 1875.

Crowley sempat menjadi anggota Order of the Golden Dawn, sebuah organisasi yang mempelajari dan mengembangkan ajaran mistik (okultisme) dan ikut mengembangkan organisasi freemason sebagai organisasi 'lelaki jantan', yakni lelaki kuat, cerdas, dan mempunyai daya pikat.


Pada 1912 Crowley bergabung dengan kelompok okultisme pimpinan Karl Kellner yaitu Ordo Templi Orientis (OTO). Kelompok ini menekankan pada kekuatan magic seksual dengan para perempuan penyihir untuk menghasilkan keturunan penyihir murni.

Sekte penyembah setan lainya yang juga mempraktikkan seks bebas adalah Gothic Satanism. Ini merupakan ajaran setan yang menekankan pada bentuk-bentuk ritual. Selain membunuh bayi untuk persembahan, pada malam hari, anggota sekte ini melakukan pesta seks. Sekte ini hidup selama berabad-abad.

Kemudian pada 1968, kembali muncul sebuah sekte bernama Children of God (COG) yang belakangan dikenal sebagai Family of Loves (Keluarga Kasih) sebagai sebuah gerakan agama baru yang dimulai dari Huntington Beach, California, Amerika Serikat. Pendiri sekte ini adalah David Berg yang bagi anggota sekte disebut sebagai nabi.

Pada 1974, gerakan ini mulai bereksperimen dengan metode penginjilan yang disebut Menjala dengan Lirikan (Flirty Fishing). Metode penginjilan ini dilakukan dengan cara menggunakan seks untuk memperlihatkan kasih Allah dan memenangkan anggota baru dan mendapatkan dukungan.

Berikutnya sekte sesat di Meksiko dengan salah satu ajaran seks bebas secara massal (orgy). Sekte ini terbongkar pada Februari 2013 lalu. Istri pemimpin sekte bernama Defenders of Christ itu mengungkap, mereka memaksa perempuan berpartisipasi dalam orgy. Kemudian, meminta mereka mengurangi mandi dan memakan organ hewan mentah-mentah.


Bagaimana di Indonesia? Ternyata Sekte seks bebas pernah ditemukan di Indonesia. ada sekitar lima yang diduga sebagai sekte seks bebas.

1. Sekte Titisan Syekh Malik
Sekte ini berada id Majalengka dengan pemimpin bernama Ben yang mengaku merupakan titisan Syekh Malik. Ajaran Ben yang secara Islam dianggap sesat lantaran tidak melaksanakan sholat. Mereka cukup melaksanakan ritual di masjid pada sebuah tiang yang dibalut kain putih.

Menurut penuturan warga Kecamatan Kasokandel, Majalengka ajaran lain yang diajarkan oleh Ben adalah memperbolehkan anggotanya menikahi wanita yang telah memiliki suami. Selain itu banyak ritual sesat yang dilakukan oleh pengikutnya. Keberadaan Ben saat dimintai oleh kepolisian dan ketua MUI setempat tak bisa dilacak dan tidak ada yang tahu kemana dia pergi.

2. Sekte Satria Piningit Weteng Buwono
Adalah Agus Imam Solihin pendiri sekte Satrio Piningit Weteng Buwono. Sekte ini dianggap sesat dan melanggar perintah agama Islam. Agus yang mengaku sebagai Imam Mahdi mengajarkan kepada pengikutnya untuk meninggalkan sholat, puasa dan menjalankan hubungan seksual bersama pasangannya secara bersama-sama dalam satu ruangan.

Sebelumnya Agus mendirikan padepokan di Permunas III Bekasi Timur yang akhirnya diusir oleh warga dan akhirnya pindah ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dianggap meresahkan dengan ajarannya yang menyimpang, Agus pun ditangkap, namun sempat melarikan diri. Agus pun menyerahkan diri dan dia diadili dengan hukuman penjara 2 tahun 6 bulan.

3. Sekte Children of God
Sekte ini pernah terjadi di Jakarta dan Bandung dan konon masih aktif dan berpindah-pindah. Sekte ini sendiri berasal dari Amerika berdiri tahun 1968 oleh David Berg dan diterapkan di Indonesia.

Sekte ini juga dilarang di Amerika dan sempat berganti nama dari Children of God menjadi Family of Loves. Ajaran ini dinilai sesat karena memperbolehkan seks bebas sebagai bentuk kasih Allah.

4. Sekte Hakekok
Sekte Hakekok yang berada di Pandeglang adalah variasi dari tasawuf dengan penyimpangan dalam melakukan ritual. Salah satu yang mencolok dari ajaran ini adalah laki-laki dan wanita yang bukan suami atau istri diizinkan berhubungan intim.

Ditenggarai sudah melanggar agama, maka sekte ini coba dibubarkan oleh Ketua MUI Banten dan aparat kepolisian. Sekte ini berhasil dibubarkan berkat desakan masyarakat yang merasa resah dengan praktek ini.

5. Sekte Surga Adn
Penangkapan 9 orang di Cirebon yang diduga penganut ajaran sesat membukakan mata, bahwa banyak sekali ajaran sesat yang ada di Indonesia. Bisa jadi ini salah satu dari ajaran sesat lainnya yang belum terungkap.

Sekte yang bernama Surga Adn ini salah satu ajarannya adalah penyucian dosa bagi para gadis. Prakteknya sungguh tidak dimasuk akal dengan cara melakukan hubungan badan. Selain itu pengikut bisa mengganti sholat 5 waktu dengan membangun rumah layaknya istana sebagai tempat tinggal.

Menurut Guru Besar Psikologi Sosial Universitas Indonesia (UI) Enoch Markum, seks bebas merupakan gejala sosial masyarakat perkotaan, di mana hubungan individu cenderung inpersonal. Mereka seperti hidup sendiri. Sehingga, meski seks bebas dilarang, dalam praktiknya tetap ada.

0 komentar :

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls