Rabu, 22 Januari 2014

Eks PM Jepang Bandingkan Ekonomi Indonesia dengan Kota Tokyo

Eks PM Jepang Bandingkan Ekonomi Indonesia dengan Kota Tokyo

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo, Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Mantan PM Morihiro Hosokawa (76) dalam jumpa persnya Rabu(22/1/2014) menyinggung nama Indonesia. Dia menekankan pula pentingnya isu nuklir diangkat dalam pampanye pemilu Gubernur Tokyo.

"Tokyo, memang kota yang berpopulasi hanya 13 juta orang tetapi perekonomiannya jauh lebih besar daripada Indonesia," katanya dalam jumpa persnya di Tokyo sore ini.

Hosokawa didukung sepenuhnya oleh Junichiro Koizumi (72) yang masih memiliki pengaruh kuat dan banyak sekali pendukung di Jepang saat ini.

Dulu menurutnya dia memang antiolimpiade karena ada bencana nuklir Fukushima dan bencana alam 11 Maret 2011, tetapi Hosokawa kini berbalik mendukung Olimpiade. Namun tetap menekankan nuklir sebagai isu utamanya.

“Mitos tenaga nuklir bersig dan aman telah jatuh," tekannya, "Kita bahkan tak punya tempat untuk menyimpan sampah nuklir tersebut. Tanpa tempat yang cukup maka kita tak bisa men-start ulang pembangkit nuklir untuk generasi mendatang."

Dengan gerakan anti nuklir atau Nuklir Zero tersebut Hosokawa terang-terangan melawan kebijakan PM Jepang Shinzo Abe yang tetap mempertahankan nuklir tetapi dengan persyaratan yang semakin diperketat untuk pembangunan pembangkit nuklir baru.

Hosokawa juga menyinggung kasusnya mundur dari PM Jepang karena terlibat skandal Sagawa Kyubin 20 tahun lalu.

"Apakah itu telah menyebabkan kekecewaan banyak orang , 20 tahun terakhir . Bagi saya juga  tidak meninggalkan satu hari pikiran saya mengenai hal tersebut. Kalau memang masih dipikirkan, saya ingin minta maaf lagi kepada masyarakat walaupun telah 20 tahun berlalu," ujarnya lagi.



Powered By WizardRSS.com | Full Text RSS Feed | RFID | Amazon Affiliate
Tribunnews.com - Internasional

langganan artikel

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls