Kamis, 23 Januari 2014

Makan bersama orang tua kurangi bolos

Makan bersama orang tua kurangi bolos

Remaja di Inggris

Absen di kalangan siswa di Inggris lebih buruk dibanding dengan Korea Selatan dan Shanghai.

Siswa yang secara teratur makan bersama orang tuanya, lebih kecil kemungkinan untuk membolos.

Sebuah survei yang dilakukan Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan, OECD, menegaskan hubungan yang baik dengan keluarga menjadi salah satu faktor dalam kehadiran di sekolah.

Di negara-negara maju, sekitar 18% siswa membolos, dengan Latvia yang paling tinggi dan Jepang paling rendah.

Laporan OECD juga memperingatkan dampak dari kehadiran siswa terhadap hasil ujian yang baik.

Data absensi dikumpulkan bersamaan dengan ujian Pisa oleh siswa berusia 15 tahun dan memperlihatkan hasil yang negatif jika tidak hadir di ruang kelas.

Jadi ada hubungan yang kuat antara siswa yang bolos dengan hasil yang buruk, jika dilihat dari ujian matematika.

Perbandingan secara internasional memperlihatkan siswa yang absen lebih banyak di Inggris dibanding sistem pendidikan yang baik seperti di Korea Selatan dan Shanghai, Cina.

Studi OECD merujuk bahwa selain faktor ketertarikan, ada pengaruh dari keterlibatan orang tua dan juga partisipasi siswa dalam kehidupoan keluarga.

Dari tiga perempat negara-negara yang memiliki data, maka anak-anak yang makan bersama dengan orangtuanya lebih kecil kemungkinan membolos.



Powered By WizardRSS.com | Full Text RSS Feed | RFID | Amazon Affiliate
BBCIndonesia.com | Majalah

langganan artikel

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls