Kamis, 20 Februari 2014

5 Desainer Indonesia Siap Pamerkan Karya di Paris Fashion Week

5 Desainer Indonesia Siap Pamerkan Karya di Paris Fashion Week

Alissa Safiera - wolipop

Jakarta - Program Indonesia Fashion Forward kembali mengirimkan desainer-desainer kenamaan Indonesia ke panggung Paris Fashion Week di penghujung bulan ini. Tentunya hal ini sangat membanggakan mengingat pekan mode Paris adalah salah satu pesta mode paling bergengsi dan juga referensi industri fashion dunia.

Lima orang desainer pun terpilih untuk menampilkan karya di panggung runway Paris. Mereka adalah Tex Saverio, Toton, Major Minor, Vinora dan Yosafat Dwi Kurniawan.

Dalam rangka menuju Paris Fashion Week nanti, brand Major Minor, Toton dan Yosafat akan menggelar Passage Jakarta Showcase. Ketiga desainer akan pamer koleksi di Triangle Showroom, Paris Fashion Week selama empat hari, yaitu mulai 28 Februari hingga 3 Maret 2014.

Toton, salah satu desainer yang identik dengan craftmanship lokal rencananya akan membawa 18 set koleksi yang terdiri dari 36 busana. Iapun menampilkan beberapa karyanya yang akan dibawa ke ruang pamer di Paris kepada me dia di E & O, Menara Rajawali, Mega Kuningan, Jakarta (19/02/2014).

Koleksi tampil dalam warna-warna sendu seperti putih dan abu-abu, dengan beberapa tambahan item warna hitam. Toton juga menampilkan bordiran bunga pixelated dan tenun sengkang yang dibawa dari daerah Legosi, Sulawesi Selatan. Siluet atasan round shoulder dan oversized disuguhkan dengan aplikasi rumbai di beberapa bagian, seperti bagian pundak atau rok.

Dalam acara trunk show yang sama, ada pula koleksi dari Yosafat Dwi Kurniawan. Koleksi Yosafat juga menampilkan craftmanship Indonesia, lewat motif mega mendung. Motif ini diaplikasikan sebagai ornamen untuk busana-busana yang didominasi palet hitam. Menurutnya, warna hitam dapat merefleksikan kesan glamour dan modern yang ingin disajikan dalam karyanya.

"Aku ingin sesuatu yang tradisional namun bisa dipakai secara modern di Eropa. Moodnya lebih ke melankolik jadi aku gambarkan dengan hitam. Menurutku warna hitam itu menjelaskan siluetnya lebih gampang. Aku ingin memberi sesuatu dengan motif yang orang sana kira-kira akan bertanya apa sih motif ini? Aku ingin pakai sesuatu yang Indonesia tapi tetap international taste," tutur Yosafat di acara yang sama.

Terakhir, label Major Minor juga turut menampilkan koleksi Fall/Winter 2014. Warna-warna gelap seperti hitam, putih, biru dan merah menjadi paduan warna pilihan brand besutan Ari dan Sari Seputra ini. Koleksi tetap mengetengahkan gaya Major Minor dengan siluet yang loose, dan potongan asimetris. Beberapa hadir dengan teknik digital printing. Ada pula beberapa koleksi faux fur yang ditambahkan sebagai ornamen baju ataupun clutch untuk menambah nuansa musim dingin.

"Indonesia Fashion Forward hanya memberi akses dan proses inkubasi untuk bekal desainer untuk siap memamerkan koleksinya di luar negeri. Untuk urusan show, akomodasi dan koleksi, masing-masing label mereka mandiri dan memiliki pendanaannya masing-masing," tutur Diaz Parzada, creative dire ctor Jakarta Fashion Week.

(als/kik)




Powered By WizardRSS.com | Full Text RSS Feed | RFID | Amazon Affiliate
wolipop.detik

langganan artikel

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls