Sabtu, 08 Maret 2014

Kisah Wanita yang Makin Sukses Pasca Pindah Kerja

Kisah Wanita yang Makin Sukses Pasca Pindah Kerja

Liputan Khusus Pembajakan di Dunia Kerja

Arina Yulistara - wolipop

Jakarta - Karyawan yang memiliki kualitas tinggi dan berprestasi dalam bidangnya berpeluang untuk 'dibajak' perusahaan lain. Karyawan yang dibajak tidak hanya ditawari kompensasi kerja lebih besar tapi juga sarana pengembangan diri yang lebih baik. Seperti yang dialami oleh Febriati Nadira, wanita 39 tahun itu semakin sukses setelah diajak bergabung dengan perusahaan lain.

Ketika berbincang dengan Wolipop melalui telepon, wanita yang kerap disapa Ira itu sedikit berbagi mengenai pengalaman kerjanya selama ini. Ira sudah bekerja selama enam belas tahun di bidang komunikasi.

Ia memulai kariernya pada 1995 di PT. Telkomsel. Awalnya Ira menempati posisi Customer Service hingga akhirnya menjabat sebagai Corporate Communication setelah 12 tahun mengabdikan diri di perusahaan telekomunikasi itu.

Kemudian ia beralih ke PT. XL Axiata di 2007 untuk menempatkan posisi Manager Public Relation. Kariernya semakin berkembang yang kemudian diangkat menjadi He ad of Corporate Communications. Setelah empat tahun berkarier di XL, Ira mengaku mendapat tawaran menarik di 2011 untuk pindah ke perusahaan yang berbeda yaitu PT. Mandiri Sekuritas.

Penawaran tersebut datang langsung dari pihak perusahaan bukan headhunter atau kerabat dekatnya. "Waktu itu ada beberapa penawaran ya memang mencarinya yang paling pas, di mana kita bisa belajar hal-hal baru, gimana caranya membangun perusahaan sekuritas menurut saya itu menarik saja. Bentuk penawarannya ini direct dari managemennya sendiri," tutur Ira kepada Wolipop, Jumat (7/3/2014).

Ira memang salah satu wanita yang menyukai tantangan. Oleh karena itu, saat ditawarkan bekerja di perusahaan baru maka ia juga memikirkan pengembangan seperti apa yang diperoleh kedepannya bukan hanya kompensasi besar. Bagi wanita yang hobi kuliner itu, pengembangan diri sangat penting dibandingkan penawaran gaji atau tunjangan besar.

"Yang penting buat saya pribadi apakah ada value lebih kalau s aya melakukan ini? Kompensasi juga harus dipertimbangkan ya tapi kalau menurut saya tidak memberikan value lebih ya nggak perlu dipaksakan," tutur wanita lulusan Strategic Marketing Management, New York University Stern School of Business, Amerika Serikat, itu. Next

(aln/fer)




Powered By WizardRSS.com | Full Text RSS Feed | RFID | Amazon Affiliate
wolipop.detik

langganan artikel

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls