Selasa, 04 Maret 2014

Perjuangan Balerina Cantik Sembuh dari Skoliosis Sehingga Bisa Menari Lagi

Perjuangan Balerina Cantik Sembuh dari Skoliosis Sehingga Bisa Menari Lagi

Marrectha - wolipop

Jakarta - Hannah Martyn, gadis berusia 19 tahun ini hampir kehilangan impiannya menjadi seorang balerina setelah didiagnosa menderita skoliosis tiga tahun lalu. Kelainan tulang belakang yang ia alami membuatnya merasa malu dan takut diejek sebagai gadis bertubuh bungkuk.

Skoliosis merupakan kelainan yang menyebabkan tulang belakang membentuk kurva S. Jika dibiarkan dapat menyebabkan masalah pada jantung dan paru-paru yang sangat fatal.

Saat didiagnosa menderita skoliosis, Martyn kehilangan kepercayaan diri. "Skoliosis hanya mengambil alih hidupku. skoliosis membuatku merasa malu untuk berpergian dan mendengarkan omongan orang lain saat melihat punggungku," ucapnya seperti dikutip Mail Online.

Untuk memperbaiki kelainan tulang tersebut, Martyn kemudian disarankan melakukan operasi besar. Operasi tersebut akan menempatkan batang logam di kedua sisi tulang belakangnya. Namun saat itu ibundanya, Janet, memilih jalan lain yaitu pengobatan alternati f demi karir menari putrinya.

"Aku tahu aku ingin menjadi penari profesional dan hanya itu yang ingin aku lakukan. Tapi prosedur operasi bisa mengurangi fleksibilitasku secara drastis," katanya.

Martyn pun dialihkan ke pengobatan non bedah. Ia dirujuk ke klinik skoliosis SOS di London. Dalam mengobati pasien, klinik tersebut memfokuskan pada serangkaian latihan otot untuk mengobati kondisi tulang belakang yang membungkuk.

Setelah empat minggu menjalani pengobatan non bedah, Martyn mengalami kemajuan yang signifikan. Dia berhasil terbebas dari operasi besar yang disarankan. Tak hanya itu, selain berhasil menstabilkan kondisi tulang belakangnnya, postur tubuh, penampilan fisik dan kapasitas pada paru-parunya juga membaik. Kini Martyn pun dapat kembali beraktifitas dengan berlatih balet lima kali dalam satu minggu.

Seorang juru bicara untuk Asosiasi Skoliosis Inggris mengatakan operasi besar pada tulang belakang dapat dilakukan jika memang penting bagi k esehatan jangka panjang penderita. Mengenai pengobatan non bedah yang mengharuskan penderita skoliosis melatih ototnya, menurutnya, diperlukan komitmen besar dengan menjaga kondisi badan agar tetap sehat. Dan Martyn sepertinya memiliki komitmen tersebut.

(fer/eny)



Artikel Wolipop juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!



Powered By WizardRSS.com | Full Text RSS Feed | RFID | Amazon Affiliate
wolipop.detik

langganan artikel

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls