Kamis, 13 Maret 2014

Ini Saran Psikolog agar Tidak Trauma Menjalin Cinta Lagi

Ini Saran Psikolog agar Tidak Trauma Menjalin Cinta Lagi

Kiki Oktaviani - wolipop

Jakarta - Cinta terkadang membingungkan. Di awal jatuh cinta semua pasangan begitu bahagia, namun kadang kala kebahagiaan tersebut tidak bisa abadi. Di tengah hubungan, ada saja kendala dan krikil yang membuat hubungan penuh dengan pertengkaran dan akhirnya memutuskan untuk berpisah.

Setelah melalui masa sulit untuk move on, terkadang wanita masih trauma dan sulit untuk membuka diri. Tidak jarang, wanita jadi menutup diri dan tidak takut menjalin cinta lagi. Psikoterapis, konsuler percintaan dan penulis buku 'How to Mend a Broken Heart', Christine Webber memberikan sarannya agar tidak jadi trauma setelah disakiti oleh pria, seperti dikutip So Feminin.

1. 'Tutup Buku'
Layaknya membaca buku, Anda tidak perlu lama-lama membukanya dan terus mengenang kejadian yang ada di buku tersebut. Pengalaman disakiti pria sebaiknya dijadikan pelajaran yang tidak perlu disesali. Caranya adalah dengan tidak mengenang seluruh kesedihan dan kebaha giaan bersama mantan. Hapus seluruh pesan dan foto Anda bersama mantan, agar tidak kembali dilihat. Terimalah keadaan bahwa kini hubungan Anda telah berakhir.

"Setelah Anda melupakan masa lalu, Anda harus yakin bahwa orang lain berhak mendapat kesempatan dari Anda dan percayalah bahwa pria baru yang nantinya mengisi hari-hari Anda tidak sama seperti mantan," ujar Christine.

2. Mengubah Kriteria
Apakah anda mempunyai tipe kekasih tertentu? dan apakah tipe Anda bisa membuat Anda kecewa karena sifatnya? Mungkin Anda salah memasukkan kriteria idaman. Anda mungkin suka pria yang tampan, jago merayu, narsis atau terlalu percaya diri. Pria dengan kriteria tersebut biasanya tipe playboy. Coba ganti tipe pria Anda. Meski kriteria pria awal terasa menyenangkan di awal, namun bisa jadi tipe pria tersebut menjadi faktor yang dapat melukai hati Anda.

"Jika tipe yang Anda temui mirip dengan orang yang mengecewakan Anda, mungkin sebaiknya Anda hindar i. Kita harus melihat kembali sifat seseorang sebelum kita beri kepercayaan," saran penulis buku yang menceritakan tentang bangkit setelah putus cinta itu.

3. Pilih Orang yang Terpercaya
Anda harus mencoba untuk percaya dan memilih seseorang yang dapat dipercaya. Ini adalah tahapan setelah proses penilaian tipe. Setelah Anda menemukan seseorang yang menurut Anda jujur dan dapat dipercaya, jangan menyerah untuk lebih tahu sifat dan kebiasaannya."Anda bisa lihat sifat dan kebiasaan orang dari dan dengan siapa dia bergaul dan bagaimana dia memperlakukan keluarganya," tambah Christine.

4. Jadikan Mantan Kekasih Sebagai Pelajaran
Mengingat kembali bagaimana pria mengecewakan Anda, mungkin dapat menyakitkan hati. Tapi dari pengalaman pahit tersebut memberikan Anda pelajaran berharga. Jangan takut dengan kegalalan, terus mencoba dan belajarlah dari kesalahan. Christine menjelaskan, menjadikan kisah lalu sebagai pelajaran berha rga dan berani mencoba jatuh cinta lagi membuat wanita 'broken heart' mampu kembali memulai hubungan yang baru.

5. Tanya Pendapat Orang Lain
Ketika Anda sedang jatuh cinta dengan seseorang, penilaian Anda tentang dirinya sering kali menjadi tidak rasional. Jadi mungkin Anda memilih seseorang yang tanpa Anda sadari tidak dapat dipercaya. "Hal ini sering terjadi untuk orang yang berusia muda, akhirnya penilaian mereka terhadap seseorang pun akan kabur dan tidak rasional," ungkap Christine. Itu sebabnya, sebelum memulai hubungan, ada baiknya Anda menanyakan pada kerabat atau sahabat tentang seseorang yang sedang dekat dengan Anda saat ini.

(kik/aln)




Powered By WizardRSS.com | Full Text RSS Feed | RFID | Amazon Affiliate
wolipop.detik

langganan artikel

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls